Sejarah Desa Gonggong
Desa Gonggong adalah salah satu desa tertua yang ada di Wilayah Kabupaten Banggai Laut, sehingga melahirklan cerita dan sejarah dari masa ke masa. Jauh sebelum Batomundoan Banggai kata Gonggong diambil dari sebuah kisah orang yang pertama kali tinggal di tempat ini. Pada masa itu datanglah orang-orang dari Lipu Tumbe Sea-Sea dan Mian Tuu Liang untuk tinggal dan bermukim di tempat ini dalam bentuk berkelompok-kelompok, tinggal dan menetaplah mereka dalam bingkai montolutusan. Hingga pada waktu-waktu tertentu terdengarlah suara yang bunyinya selalu sama terulang dan terulang. Pada waktu-waktu tertentu terjadi keanehan bunyi suara yang dirasakan, Pada waktu matahari akan terbenam di ufuk barat bunyi suara itu lebih keras terdengar di telinga orang-orang pada saat itu, pada waktu seperempat malam bunyi suara itu tidak terlalu jelas terdengar, pada waktu subuh bunyi suara itu kembali terdengar jelas hingga mampu membangunkan orang yang sedang tidur, pada waktu tengah hari dan sore hari bunyi suara itu kembali terulang tetapi tidak terlalu jelas terdengar.
Hal yang serupa terjadi berulang-ulang dalam satu hari, hingga orang-orang pada saat itu bersepakat secara bersama-sama mencari tau dimana asal bunyi suara itu. Sehingga mereka menemukan tempat dimana asal bunyi suara itu, diperhatikanlah mereka dari jarak jauh kegiatan apa yang sedang dilakukan. Merekapun melihat begitu banyak sekali orang – orang yang berdatangan manakala suara itu dibunyikan. Bertemulah mereka dengan orang yang selalu membunyikan benda itu dan bertanyalah mereka benda apa itu namanya dan apa kegiatan yang selalu dilakukan ketika setelah membunyikan benda itu. Orang tersebut yang bernama Tuutuu menjawab, benda itu namanya adalah Gong sebuah benda yang ketika akan dibunyikan sebagai pertanda akan tibalah waktu dimana kita akan melakukan penyembahan kepada sang khalik Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam agama islam dikenal dengan Sholat Lima Waktu, dan mereka pun belajar cara-cara dan adap-adap dalam melaksanakan sholat tersebut dalam islam dikenal junup, istinja dan nissa. Pada suatu saat, terjadilah pertemuan musyawarah diantara orang-orang yang bermukim pada saat itu untuk secara bersama-sama membicarakan nama kampung ini, sehingga terjadilah sebuah kesepakatan diantara orang-orang pada saat itu yaitu Lipu Tumbe Sea-Sea dan Mian Tuu Liang tentang nama kampung yang di beri nama Gong-Gong yang di ambil dari nama benda yang menghasilkan bunyi suara yang menyerupai benda tersebut. Setelah terjadi kesepakatan tentang penamaan kampung, berangkatlah mereka untuk menyampaiakan kepada Tuutuu tersebut dan ahirnya orang yang pertama kali menginjakan kaki ditempat itu (Tuutuu) menyetujui pemberian nama kampung tersebut. Sejarah yang dikisahkan tadi diambil dari awal mula orang yang pertama kali menginjakan kaki di tempat ini, bahwa setelah itu dari masa ke masa lahirlah sebuah cerita dan sejarah, masa batomundoan, masa babasaloan, hingga masa pemerintahan desa saat ini.
Pada Tahun 2019 Pemerintah Desa Gonggong bersama BPD, LPMD, Lembaga Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat secara bersama-sama bermufakat menetapkan sejarah desa yang diambil dari kisah orang yang pertama kali menginjakan kakinya ditempat ini dan Lambang Adat Desa Gonggong adalah GONG yang sesuai dengan isi sejarah.
Dalam menjalankan pemerintahan tingkat desa dan kesehariannya, Kepala Desa dibantu oleh Perangkat Desa, RT dan tokoh masyarakat. Berdasarkan keterangan dari para orang tua, tokoh masyarakat serta catatan-catatan yang ada di Desa Gonggong.
1. KUNUT Kepala Kampung
2. BANGGULU LEWAY Kepala Kampung
3. BENI TOLIU Kepala Kampung
4. SUMARDI T. ASABE, SH 2001 – 2009 Kepala Desa
5. AMIRUDIN S. LAKUBA 2009 – 2010 Penjabat (PJ) Kepala Desa
6. ALUDIN KAPAYA 2010 – 2015 Kepala Desa
7. KRISTIAN POJUNGI 2016 – 2017 Penjabat (PJ) Kepala Desa
8. RUSDIANTO M LAMEADA, S.IP 2018 – 2022 Kepala Desa
9. WIWIMISRIWATY SARIKAYA, S.Sos 2022 – 2023 Penjabat (PJ) Kepala Desa
10. AREN KOUNTUL 2023 Sd Sekarang Kepala Desa
